Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Dumai, Wako Paisal: Dongkrak Ekonomi Warga

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Dumai. Wali Kota Paisal menyebut infrastruktur ini mempercepat akses masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Dumai, Wako Paisal: Dongkrak Ekonomi Warga
80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Diresmikan Kapolri di Dumai, Wali Kota H. Paisal: Percepat Akses Masyarakat dan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Daerah

DUMAI, LINTASTIMURMEDIA.COM – Kota Dumai kembali menjadi sorotan nasional setelah dipercaya sebagai lokasi pusat peresmian 80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II se-Provinsi Riau. Peresmian infrastruktur strategis tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Dumai Selatan, Rabu (8/7/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Momentum ini tidak hanya menjadi simbol penguatan sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, tetapi juga menandai komitmen bersama dalam mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke wilayah-wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi dan konektivitas.

Pemerintah Kota Dumai menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif Polda Riau yang menghadirkan pembangunan infrastruktur secara nyata melalui Program Jembatan Merah Putih Presisi. Kehadiran puluhan jembatan tersebut dinilai menjadi investasi sosial yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat fondasi pembangunan daerah.

Kedatangan Kapolri bersama rombongan pejabat utama Mabes Polri disambut hangat oleh Wali Kota Dumai H. Paisal, didampingi Kapolres Dumai AKBP Angga Herlambang, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tokoh masyarakat Kota Dumai.

Turut mendampingi Kapolri dalam agenda bersejarah tersebut antara lain Dankor Brimob Komjen Pol Ramdani Hidayat, Kabaintelkam Komjen Pol Yuda Gustawan, serta Aslog Kapolri Komjen Pol Suwondo Nainggolan.

Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dengan pemasangan Tanjak Melayu, simbol kehormatan, marwah, dan identitas budaya Melayu Riau yang dilakukan oleh Ketua DPH Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Dumai, Datuk Seri Zamhur Egab. Prosesi adat tersebut menjadi wujud penghormatan masyarakat Dumai kepada tamu negara sekaligus memperlihatkan kuatnya nilai budaya lokal yang tetap terjaga di tengah pembangunan modern.

Suasana peresmian berlangsung semarak. Ribuan masyarakat dari berbagai lapisan tampak memadati lokasi kegiatan. Mulai dari pelajar, tokoh masyarakat, kaum perempuan, kelompok buruh, hingga warga dari berbagai kecamatan hadir untuk menyaksikan secara langsung peresmian program pembangunan yang dinilai sangat bermanfaat bagi kehidupan mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Dumai H. Paisal mengungkapkan rasa bangga sekaligus syukur karena Kota Dumai dipercaya menjadi pusat pelaksanaan agenda nasional yang memiliki arti strategis bagi pembangunan Provinsi Riau.

Lebih membanggakan lagi, dari total 80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II yang diresmikan secara serentak, sebanyak tujuh jembatan dibangun di wilayah Kota Dumai. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarkawasan, membuka akses wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau, serta memperlancar mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

"Alhamdulillah, atas nama Pemerintah Kota Dumai dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri, Bapak Kapolda Riau, beserta seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia yang telah memberikan perhatian luar biasa terhadap pembangunan infrastruktur di daerah kami," ujar H. Paisal saat mendampingi Kapolri.

Menurut H. Paisal, pembangunan jembatan bukan sekadar menghadirkan sarana fisik, melainkan menjadi solusi konkret dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan pelayanan publik, sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan hingga ke tingkat masyarakat bawah.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan jembatan-jembatan tersebut akan membuka keterisolasian sejumlah kawasan, memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, serta berbagai komoditas lokal yang selama ini terkendala akses transportasi.

Selain itu, manfaatnya juga dirasakan secara langsung oleh masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

"Akses anak-anak kita menuju sekolah kini menjadi jauh lebih aman dan nyaman. Pelayanan kesehatan juga semakin cepat dijangkau masyarakat. Distribusi hasil bumi, hasil perkebunan, perikanan maupun logistik lokal akan semakin lancar. Inilah bukti nyata bahwa sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, sektor swasta, dan para relawan mampu menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tambah H. Paisal.

Ia juga menilai, kolaborasi lintas sektor yang terbangun dalam pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi menjadi contoh nyata semangat gotong royong yang menjadi kekuatan bangsa dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Kapolri agar pembangunan nasional benar-benar menyentuh ruang hidup masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini membutuhkan akses infrastruktur yang memadai.

Menurut Kapolda, program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan sosial, mempercepat pertumbuhan ekonomi desa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui konektivitas yang lebih baik.

Dengan rampungnya 80 jembatan pada Tahap II, maka secara kumulatif Polda Riau telah berhasil membangun 110 Jembatan Merah Putih Presisi di berbagai pelosok Bumi Lancang Kuning, setelah sebelumnya menyelesaikan 30 jembatan pada Tahap I. Capaian tersebut menjadi salah satu program pembangunan infrastruktur berbasis kolaborasi yang mendapat perhatian luas karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Peresmian serentak tersebut turut dihadiri oleh Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, Komandan Grup 3 Kopassus Brigjen TNI Bram Pramudia, jajaran Forkopimda Provinsi Riau dan Kota Dumai, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen yang selama ini turut mendukung pembangunan daerah.

Melalui momentum peresmian 80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II ini, Pemerintah Kota Dumai menegaskan komitmennya untuk terus menjaga, merawat, dan mengoptimalkan seluruh infrastruktur yang telah dibangun. Langkah tersebut diyakini akan memastikan manfaat sosial, ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik dapat terus dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat, sekaligus menjadi warisan pembangunan bagi generasi mendatang.

Program pembangunan berbasis kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, relawan, dan masyarakat ini diharapkan menjadi inspirasi dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif, merata, serta mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh penjuru Provinsi Riau.

(Mediacenter Dumai/RRA)