Ketua DPRD Pekanbaru Minta Pengadaan Mobil Dinas Dicoret dari APBD 2025

LINTAS TIMUR MEDIA pengadaan mobil dinas Pekanbaru 2025, Ketua DPRD tolak mobil dinas, efisiensi anggaran daerah, prioritas anggaran publik

Ketua DPRD Pekanbaru Minta Pengadaan Mobil Dinas Dicoret dari APBD 2025
Ketua DPRD Pekanbaru Minta Pengadaan Mobil Dinas Dicoret dari APBD 2025

LINTASTIMURMEDIA.COM - PEKANBARU - Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Isa Lahamid, menegaskan penolakannya terhadap anggaran pengadaan mobil dinas untuk jabatan Ketua DPRD. Dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Pekanbaru yang digelar Senin, 21 April 2025, Isa meminta agar anggaran tersebut dicoret dari APBD Tahun Anggaran 2025.

“Sudah dari tahun 2024 kita tunda karena kondisi keuangan belum stabil. Sekarang APBD 2025 sudah berjalan, saya minta kalau anggaran itu masih tercantum, coret saja. Tidak usah ada pengadaan mobil dinas Ketua DPRD tahun ini,” tegas Isa dalam rapat yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Pekanbaru.

Fokus Anggaran untuk Kepentingan Publik

Pernyataan ini sekaligus memperkuat komitmen DPRD dalam mendorong efisiensi keuangan daerah dan menegaskan bahwa anggaran harus difokuskan pada program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Saya minta TAPD mengawal pelaksanaannya. Ini soal prioritas. Kita harus gunakan anggaran untuk hal yang lebih mendesak, bukan untuk fasilitas,” tegasnya kembali.

Dukungan dan Apresiasi Masyarakat

Langkah tegas Ketua DPRD ini mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat, yang menilai sikap tersebut sebagai bentuk keteladanan dalam mengedepankan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi atau jabatan. Isa dianggap menjadi contoh nyata bagaimana pejabat publik harus menempatkan diri sebagai pelayan rakyat, bukan menikmati kemewahan di tengah masih banyaknya kebutuhan mendesak yang belum tertangani.

Kebijakan ini juga sejalan dengan semangat rasionalisasi belanja daerah dan pengendalian anggaran, terutama di tengah tantangan pemulihan fiskal pasca pandemi dan tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat.